Selasa, 12 April 2011

PERBANDINGAN OS ANDROID DENGAN BADA PADA SMARTPHONE

Menurut Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, Sistem operasi atau dalam bahasa Inggris: operating system atau OS adalah perangkat lunak sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah kata dan browser web. Secara umum, Sistem Operasi adalah software pada lapisan pertama yang ditaruh pada memori komputer pada saat komputer dinyalakan. Sedangkan software-software lainnya dijalankan setelah Sistem Operasi berjalan, dan Sistem Operasi akan melakukan layanan inti umum untuk software-software itu. Layanan inti umum tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, skeduling task, dan antar-muka user. Sehingga masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti umum tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh Sistem Operasi. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan dengan “kernel” suatu Sistem Operasi. Disini saya akan membhs tentang system operasi pada handphone yaitu android dan bada, berikut penjelasannya.

Sistem Operasi Android

Android adalah sistem operasi untuk telepon seluler yang berbasis Linux. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang buat menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh bermacam peranti bergerak. Awalnya, Google Inc. membeli Android Inc., pendatang baru yang membuat peranti lunak untuk ponsel. Kemudian untuk mengembangkan Android, dibentuklah Open Handset Alliance, konsorsium dari 34 perusahaan peranti keras, peranti lunak, dan telekomunikasi, termasuk Google, HTC, Intel, Motorola, Qualcomm, T-Mobile, dan Nvidia. Pada saat perilisan perdana Android, 5 November 2007, Android bersama Open Handset Alliance menyatakan mendukung pengembangan standar terbuka pada perangkat seluler. Di lain pihak, Google merilis kode–kode Android di bawah lisensi Apache, sebuah lisensi perangkat lunak dan standar terbuka perangkat seluler. Di dunia ini terdapat dua jenis distributor sistem operasi Android. Pertama yang mendapat dukungan penuh dari Google atau Google Mail Services (GMS) dan kedua adalah yang benar–benar bebas distribusinya tanpa dukungan langsung Google atau dikenal sebagai Open Handset Distribution (OHD).

2007-2008: Produk awal

Sekitar September 2007 sebuah studi melaporkan bahwa Google mengajukan hak paten aplikasi telepon seluler (akhirnya Google mengenalkan Nexus One, salah satu jenis telepon pintar yang menggunakan Android pada sistem operasinya. Telepon seluler ini diproduksi oleh HTC Corporation dan tersedia di pasaran pada 5 Januari 2010). Pada 9 Desember 2008, diumumkan anggota baru yang bergabung dalam program kerja Android ARM Holdings, Atheros Communications, diproduksi oleh Asustek Computer Inc, Garmin Ltd, Softbank, Sony Ericsson, Toshiba Corp, dan Vodafone Group Plc. Seiring pembentukan Open Handset Alliance, OHA mengumumkan produk perdana mereka, Android, perangkat mobile yang merupakan modifikasi kernel Linux 2.6. Sejak Android dirilis telah dilakukan berbagai pembaruan berupa perbaikan bug dan penambahan fitur baru. Telepon pertama yang memakai sistem operasi Android adalah HTC Dream, yang dirilis pada 22 Oktober 2008. Pada penghujung tahun 2009 diperkirakan di dunia ini paling sedikit terdapat 18 jenis telepon seluler yang menggunakan Android.

Android versi 1.1

Pada 9 Maret 2009, Google merilis Android versi 1.1. Android versi ini dilengkapi dengan pembaruan estetis pada aplikasi, jam alarm, voice search (pencarian suara), pengiriman pesan dengan Gmail, dan pemberitahuan email.

Android versi 1.5 (Cupcake)

Pada pertengahan Mei 2009, Google kembali merilis telepon seluler dengan menggunakan Android dan SDK (Software Development Kit) dengan versi 1.5 (Cupcake). Terdapat beberapa pembaruan termasuk juga penambahan beberapa fitur dalam seluler versi ini yakni kemampuan merekam dan menonton video dengan modus kamera, mengunggah video ke Youtube dan gambar ke Picasa langsung dari telepon, dukungan Bluetooth A2DP, kemampuan terhubung secara otomatis ke headset Bluetooth, animasi layar, dan keyboard pada layar yang dapat disesuaikan dengan sistem. Donut (versi 1.6) dirilis pada September dengan menampilkan proses pencarian yang lebih baik dibanding sebelumnya, penggunaan baterai indikator dan kontrol applet VPN. Fitur lainnya adalah galeri yang memungkinkan pengguna untuk memilih foto yang akan dihapus; kamera, camcorder dan galeri yang dintegrasikan; CDMA / EVDO, 802.1x, VPN, Gestures, dan Text-to-speech engine; kemampuan dial kontak; teknologi text to change speech (tidak tersedia pada semua ponsel; pengadaan resolusi VWGA.

Android versi 2.0/2.1 (Eclair)

Pada 3 Desember 2009 kembali diluncurkan ponsel Android dengan versi 2.0/2.1 (Eclair), perubahan yang dilakukan adalah pengoptimalan hardware, peningkatan Google Maps 3.1.2, perubahan UI dengan browser baru dan dukungan HTML5, daftar kontak yang baru, dukungan flash untuk kamera 3,2 MP, digital Zoom, dan Bluetooth 2.1.
Untuk bergerak cepat dalam persaingan perangkat generasi berikut, Google melakukan investasi dengan mengadakan kompetisi aplikasi mobile terbaik (killer apps – aplikasi unggulan). Kompetisi ini berhadiah $25,000 bagi setiap pengembang aplikasi terpilih. Kompetisi diadakan selama dua tahap yang tiap tahapnya dipilih 50 aplikasi terbaik.
Dengan semakin berkembangnya dan semakin bertambahnya jumlah handset Android, semakin banyak pihak ketiga yang berminat untuk menyalurkan aplikasi mereka kepada sistem operasi Android. Aplikasi terkenal yang diubah ke dalam sistem operasi Android adalah Shazam, Backgrounds, dan WeatherBug. Sistem operasi Android dalam situs internet juga dianggap penting untuk menciptakan aplikasi Android asli, contohnya oleh MySpace dan Facebook.

Android bagi komunitas sumber terbuka (open source)

Android memiliki berbagai keunggulan sebagai software yang memakai basis kode komputer yang bisa didistribusikan secara terbuka (open source) sehingga pengguna bisa membuat aplikasi baru di dalamnya. Android memiliki aplikasi native Google yang terintegrasi seperti pushmail Gmail, Google Maps, dan Google Calendar. Para penggemar open source kemudian membangun komunitas yang membangun dan berbagi Android berbasis firmware dengan sejumlah penyesuaian dan fitur-fitur tambahan, seperti FLAC lossless audio dan kemampuan untuk menyimpan download aplikasi pada microSD card. Mereka sering memperbaharui paket-paket firmware dan menggabungkan elemen-elemen fungsi Android yang belum resmi diluncurkan dalam suatu carrier-sanction firmware.

Sistem Operasi Bada

Pada Minggu (14/02), Samsung memperkenalkan ponsel berbasis Bada pertama yakni Wave S8500. Secara umum kita mengetahui pengertian dari pada Sistem Operasi yaitu perangkat lunak atau software yang menjalankan program atau intruksi tertentu serta mngontrol operasi yang ada. Samsung Electronics Co. Ltd, sebuah produsen ponsel terkemuka dunia, meluncurkan ponsel cerdas terbaru, Samsung Bada. Bersamaan dengan hari peluncurannya, Samsung memperlihatkan Bada SDK (Software Development Kit) untuk mitra bisnis dan menginformasikan manfaat istimewa serta kesempatan langka dari basis bada kepada para pengembang teknologi, operator mobile dan konsumen.Bada yang dalam Bahasa Korea disini berarti “Samudera”, akan menjadi platform bebas terbuka untuk dieksplorasi para pengembang software aplikasim atau dengan istilah lainnya Bada adalah sistem operasi terbuka untuk HP atau operating system open mobile platform yang bertugas untuk mengatur dan menjalankan semua fungsi software handphone. Bada mempunyai sifat yang sama dengan system operasi milik Google yaitu Android. Bada mungkin hanya bisa ditemui pada Ponsel Samsung yang memakai (TouchWiz User Interface). Samsung Bada menawarkan kemudahan serta UI yang intuitif tanpa mengesampingkan efisiensi. Untuk meningkatkan kreatifitas dan interaksi penggunanya, Samsung Bada memiliki flash control, web control, sensor gerakan, kontrol fine – tuned vibration control dan face detection. Juga didukung oleh aplikasi context – aware berbasis sensor gerakan. Dengan menggunakan beragam sensor seperti akselerometer, gerakan miring, cuaca, proksimiti dan sensor aktif, aplikasi yang dapat digunakan pengembang teknologi mengimplementasikan context – aware dengan mudah. Samsung Bada membedakan posisinya dengan mendukung layanan – sentris berbagai fitur seperti jaringan sosial, perangkat sinkronisasi, manajemen konten, layanan berbasis lokasi, dan layanan perdagangan – semua didukung oleh back – end server Bada. Fitur inovatif khusus pengembang ini mendukung pengembang teknologi untuk mengimplementasikan berbagai layanan tanpa upaya tambahan.

Samsung mengatakan akan membina komunitas developer dan pitching Bada untuk operator jaringan di seluruh dunia. Samsung saat ini sedang membuat fitur utama sistem operasi seperti dialer, messaging, dan address book yang tersedia untuk para developer sehingga aplikasi-aplikasi yang ada dapat menggabungkan fungsi perangkat dasar ini Selain itu, berbagai aplikasi layanan dapat berbagi informasi seperti, jadwal ,profil, konten,atau hubungansosial yang berisi konfirmasi pengguna yang praktis agar dapat memberikan pelayanan lebih personal dan perluasan layanan yang koperatif. Basis Bada yang fleksibel membuatnya mudah untuk diterapkan pada berbagai perangkat dibandingkan sistem operasi mobile lain.
Jadi para developer akan sangat mudah menciptakan aplikasi dan layanan. Perangkat ponsel yang berbasis BADA ini juga akan dapat mengakses konten dari toko aplikasi mobile milik Samsung. Bada menjadi OS (Operating System) original besutan Samsung, vendor asal Korea Selatan tersebut tidak ingin meninggalkan OS yang lain seperti Symbian, Windows Phone dan Android.

“Dalam meluncurkan Samsung Bada, saya percaya bahwa Samsung akan memperkuat posisinya sebagai pemimpin yang sesungguhnya dalam industri ponsel dengan menawarkan smartphone pilihan yang lebih banyak bagi konsumen,” ujar Dr Hosoo Lee, Executive Vice President dan Kepala Media Solution Center di Samsung Electronics. “Pada saat yang bersamaan, Samsung Bada memberikan peluang yang besar bagi pengembang teknologi untuk mendapatkan aplikasi mereka ke perangkat Samsung yang tak terhitung diseluruh dunia,”tambahnya.

Bada itu bukan berbasis LINUX atau JAVA seperti Android, tapi RTOS, tapi bada bisa berjalan di LINUX :

1. Kita bisa buat widget sendiri di bada dengan mudah. Anda bisa buat widget sendiri di Android
2. Wi-Fi Thetering adalah fitur default di bada, sedangkan Android baru muncul di versi 2.2
3. Keylock adalah bawaan TouchWiz, bukan Android.

Kesimpulan

Pemakaian sistem operasi Android pada smartphone pada saat ini banyak digunakan oleh perusahaan penghasil telepon seluler. Karena keunggulannya sebagai software yang memakai basis kode komputer yang bisa didistribusikan secara terbuka (open source) sehingga banyak sekali aplikasi-aplikasi yang bisa diunduh oleh penggguna smartphone tanpa membayar biaya aplikasi tersebut. Diyakini smartphone yang menggunakan sistem operasi Android akan lebih murah harganya dibanding smartphone yang menggunakan sistem operasi yang berbayar.

1. Aplikasi Android saat ini 60% yang gratis, sedangkan bada 70% gratis. Tapi aplikasi Android saat ini memang lebih banyak.

2. Ketersediaan GPS tergantung negara masing-masing, ada yang free lifetime ada yang berbayar (nanti saya akan berikan triknya biar free). Di Samsung Apps juga banyak aplikasi GPS lain yang free, atau boleh dicoba versi java dari Google Maps.

3. Ada aplikasi khusus untuk buat Tema untuk bada yang sangat mudah. Sedangkan untuk Android perlu rooting dan modding yang sangat ribet bagi orang awam dan bisa merusak klaim garansi.

4. Live Walpaper itu khas Android, OS lain memang tidak ada. Tapi kita bisa membuat tema live walpaper untuk bada dengan mudah. Untuk hal ini saya rasa bada mirip Symbian yang fleksibel.

5. Semua OS untuk masalah multitasking saya kira juga tergantung prosesor dan RAM karena untuk menghindarkan ketidakstabilan pada sistem. Sama saja membandingkan Wave S8500 dengan Galaxy 5 atau Galaxy S dengan Wave525. Semua OS pasti punya manajemen sistem yang berbeda untuk penampilan terbaiknya.

6. Ini sangat subyektif karena bagaimanapun Android adalah milik Google. Tapi di bada ada widget untuk layanan Google yang saya kira sudah cukup, kecuali bagi mereka yang Google mania.
7. Player musik dan video bada adalah yang terbaik saat ini, bisa menjalankan hampir semua codec, bisa memutar video HD, bisa menampilkan subtitle, bisa edit video HD, ada mosaic search.
8. Mungkin Android bisa install macam-macam, tapi coba bandingkan hasil kamera dan rekam video dari Samsung Wave dan Galaxy S. Kalau Anda sudah punya yang terbaik, kenapa harus mencari yang lain?

9. Setiap versi baru dari bada akan diuji di semua perangkat Wave, dan saat ini sudah dikonfirmasi kalau bada 1.2 akan hadir di semua perangkat Wave secara serentak. Kalau Google cuma mencoba Android terbaru di perangkat Android yang masuk kategori “Google Experience”, seperti Nexus One. Oleh karena itu Galaxy S lama diupdate ke Froyo karena secara hardware Galaxy S beda dengan Nexus One (yang lebih mirip Desire).

Android dan bada itu sama-sama OS modern yang bagus, tidak ada yang terbaik diantara mereka. Pilihan tergantung Anda. Kelebihan Android saat ini mungkin Anda bisa menginstal aplikasi bajakan dari luar Android Market, lebih leluasa diotak-atik buat mereka yang expert dan menawarkan lebih banyak aplikasi saat ini. namun bada lebih nyaman dibawa kemana-mana, pengoperasian tidak ribet, social hub untuk integrasi kontak, email dan jejaring sosial, baterai awet, multimedia terbaik, desain lebih elegan dan harga juga lebih sesuai dengan fitur yang ditawarkan. Bada itu lebih mirip Symbian dengan user interface sehalus iPhone. Coba saja Symbian menggunakan TouchWiz 3.0, mungkin agak-agak mirip dengan bada.



Menurut Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, Sistem operasi atau dalam bahasa Inggris: operating system atau OS adalah perangkat lunak sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah kata dan browser web. Secara umum, Sistem Operasi adalah software pada lapisan pertama yang ditaruh pada memori komputer pada saat komputer dinyalakan. Sedangkan software-software lainnya dijalankan setelah Sistem Operasi berjalan, dan Sistem Operasi akan melakukan layanan inti umum untuk software-software itu. Layanan inti umum tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, skeduling task, dan antar-muka user. Sehingga masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti umum tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh Sistem Operasi. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan dengan “kernel” suatu Sistem Operasi. Disini saya akan membhs tentang system operasi pada handphone yaitu android dan bada, berikut penjelasannya.

Sistem Operasi Android

Android adalah sistem operasi untuk telepon seluler yang berbasis Linux. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang buat menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh bermacam peranti bergerak. Awalnya, Google Inc. membeli Android Inc., pendatang baru yang membuat peranti lunak untuk ponsel. Kemudian untuk mengembangkan Android, dibentuklah Open Handset Alliance, konsorsium dari 34 perusahaan peranti keras, peranti lunak, dan telekomunikasi, termasuk Google, HTC, Intel, Motorola, Qualcomm, T-Mobile, dan Nvidia. Pada saat perilisan perdana Android, 5 November 2007, Android bersama Open Handset Alliance menyatakan mendukung pengembangan standar terbuka pada perangkat seluler. Di lain pihak, Google merilis kode–kode Android di bawah lisensi Apache, sebuah lisensi perangkat lunak dan standar terbuka perangkat seluler. Di dunia ini terdapat dua jenis distributor sistem operasi Android. Pertama yang mendapat dukungan penuh dari Google atau Google Mail Services (GMS) dan kedua adalah yang benar–benar bebas distribusinya tanpa dukungan langsung Google atau dikenal sebagai Open Handset Distribution (OHD).

2007-2008: Produk awal

Sekitar September 2007 sebuah studi melaporkan bahwa Google mengajukan hak paten aplikasi telepon seluler (akhirnya Google mengenalkan Nexus One, salah satu jenis telepon pintar yang menggunakan Android pada sistem operasinya. Telepon seluler ini diproduksi oleh HTC Corporation dan tersedia di pasaran pada 5 Januari 2010). Pada 9 Desember 2008, diumumkan anggota baru yang bergabung dalam program kerja Android ARM Holdings, Atheros Communications, diproduksi oleh Asustek Computer Inc, Garmin Ltd, Softbank, Sony Ericsson, Toshiba Corp, dan Vodafone Group Plc. Seiring pembentukan Open Handset Alliance, OHA mengumumkan produk perdana mereka, Android, perangkat mobile yang merupakan modifikasi kernel Linux 2.6. Sejak Android dirilis telah dilakukan berbagai pembaruan berupa perbaikan bug dan penambahan fitur baru. Telepon pertama yang memakai sistem operasi Android adalah HTC Dream, yang dirilis pada 22 Oktober 2008. Pada penghujung tahun 2009 diperkirakan di dunia ini paling sedikit terdapat 18 jenis telepon seluler yang menggunakan Android.

Android versi 1.1

Pada 9 Maret 2009, Google merilis Android versi 1.1. Android versi ini dilengkapi dengan pembaruan estetis pada aplikasi, jam alarm, voice search (pencarian suara), pengiriman pesan dengan Gmail, dan pemberitahuan email.

Android versi 1.5 (Cupcake)

Pada pertengahan Mei 2009, Google kembali merilis telepon seluler dengan menggunakan Android dan SDK (Software Development Kit) dengan versi 1.5 (Cupcake). Terdapat beberapa pembaruan termasuk juga penambahan beberapa fitur dalam seluler versi ini yakni kemampuan merekam dan menonton video dengan modus kamera, mengunggah video ke Youtube dan gambar ke Picasa langsung dari telepon, dukungan Bluetooth A2DP, kemampuan terhubung secara otomatis ke headset Bluetooth, animasi layar, dan keyboard pada layar yang dapat disesuaikan dengan sistem. Donut (versi 1.6) dirilis pada September dengan menampilkan proses pencarian yang lebih baik dibanding sebelumnya, penggunaan baterai indikator dan kontrol applet VPN. Fitur lainnya adalah galeri yang memungkinkan pengguna untuk memilih foto yang akan dihapus; kamera, camcorder dan galeri yang dintegrasikan; CDMA / EVDO, 802.1x, VPN, Gestures, dan Text-to-speech engine; kemampuan dial kontak; teknologi text to change speech (tidak tersedia pada semua ponsel; pengadaan resolusi VWGA.

Android versi 2.0/2.1 (Eclair)

Pada 3 Desember 2009 kembali diluncurkan ponsel Android dengan versi 2.0/2.1 (Eclair), perubahan yang dilakukan adalah pengoptimalan hardware, peningkatan Google Maps 3.1.2, perubahan UI dengan browser baru dan dukungan HTML5, daftar kontak yang baru, dukungan flash untuk kamera 3,2 MP, digital Zoom, dan Bluetooth 2.1.
Untuk bergerak cepat dalam persaingan perangkat generasi berikut, Google melakukan investasi dengan mengadakan kompetisi aplikasi mobile terbaik (killer apps – aplikasi unggulan). Kompetisi ini berhadiah $25,000 bagi setiap pengembang aplikasi terpilih. Kompetisi diadakan selama dua tahap yang tiap tahapnya dipilih 50 aplikasi terbaik.
Dengan semakin berkembangnya dan semakin bertambahnya jumlah handset Android, semakin banyak pihak ketiga yang berminat untuk menyalurkan aplikasi mereka kepada sistem operasi Android. Aplikasi terkenal yang diubah ke dalam sistem operasi Android adalah Shazam, Backgrounds, dan WeatherBug. Sistem operasi Android dalam situs internet juga dianggap penting untuk menciptakan aplikasi Android asli, contohnya oleh MySpace dan Facebook.

Android bagi komunitas sumber terbuka (open source)

Android memiliki berbagai keunggulan sebagai software yang memakai basis kode komputer yang bisa didistribusikan secara terbuka (open source) sehingga pengguna bisa membuat aplikasi baru di dalamnya. Android memiliki aplikasi native Google yang terintegrasi seperti pushmail Gmail, Google Maps, dan Google Calendar. Para penggemar open source kemudian membangun komunitas yang membangun dan berbagi Android berbasis firmware dengan sejumlah penyesuaian dan fitur-fitur tambahan, seperti FLAC lossless audio dan kemampuan untuk menyimpan download aplikasi pada microSD card. Mereka sering memperbaharui paket-paket firmware dan menggabungkan elemen-elemen fungsi Android yang belum resmi diluncurkan dalam suatu carrier-sanction firmware.

Sistem Operasi Bada

Pada Minggu (14/02), Samsung memperkenalkan ponsel berbasis Bada pertama yakni Wave S8500. Secara umum kita mengetahui pengertian dari pada Sistem Operasi yaitu perangkat lunak atau software yang menjalankan program atau intruksi tertentu serta mngontrol operasi yang ada. Samsung Electronics Co. Ltd, sebuah produsen ponsel terkemuka dunia, meluncurkan ponsel cerdas terbaru, Samsung Bada. Bersamaan dengan hari peluncurannya, Samsung memperlihatkan Bada SDK (Software Development Kit) untuk mitra bisnis dan menginformasikan manfaat istimewa serta kesempatan langka dari basis bada kepada para pengembang teknologi, operator mobile dan konsumen.Bada yang dalam Bahasa Korea disini berarti “Samudera”, akan menjadi platform bebas terbuka untuk dieksplorasi para pengembang software aplikasim atau dengan istilah lainnya Bada adalah sistem operasi terbuka untuk HP atau operating system open mobile platform yang bertugas untuk mengatur dan menjalankan semua fungsi software handphone. Bada mempunyai sifat yang sama dengan system operasi milik Google yaitu Android. Bada mungkin hanya bisa ditemui pada Ponsel Samsung yang memakai (TouchWiz User Interface). Samsung Bada menawarkan kemudahan serta UI yang intuitif tanpa mengesampingkan efisiensi. Untuk meningkatkan kreatifitas dan interaksi penggunanya, Samsung Bada memiliki flash control, web control, sensor gerakan, kontrol fine – tuned vibration control dan face detection. Juga didukung oleh aplikasi context – aware berbasis sensor gerakan. Dengan menggunakan beragam sensor seperti akselerometer, gerakan miring, cuaca, proksimiti dan sensor aktif, aplikasi yang dapat digunakan pengembang teknologi mengimplementasikan context – aware dengan mudah. Samsung Bada membedakan posisinya dengan mendukung layanan – sentris berbagai fitur seperti jaringan sosial, perangkat sinkronisasi, manajemen konten, layanan berbasis lokasi, dan layanan perdagangan – semua didukung oleh back – end server Bada. Fitur inovatif khusus pengembang ini mendukung pengembang teknologi untuk mengimplementasikan berbagai layanan tanpa upaya tambahan.

Samsung mengatakan akan membina komunitas developer dan pitching Bada untuk operator jaringan di seluruh dunia. Samsung saat ini sedang membuat fitur utama sistem operasi seperti dialer, messaging, dan address book yang tersedia untuk para developer sehingga aplikasi-aplikasi yang ada dapat menggabungkan fungsi perangkat dasar ini Selain itu, berbagai aplikasi layanan dapat berbagi informasi seperti, jadwal ,profil, konten,atau hubungansosial yang berisi konfirmasi pengguna yang praktis agar dapat memberikan pelayanan lebih personal dan perluasan layanan yang koperatif. Basis Bada yang fleksibel membuatnya mudah untuk diterapkan pada berbagai perangkat dibandingkan sistem operasi mobile lain.
Jadi para developer akan sangat mudah menciptakan aplikasi dan layanan. Perangkat ponsel yang berbasis BADA ini juga akan dapat mengakses konten dari toko aplikasi mobile milik Samsung. Bada menjadi OS (Operating System) original besutan Samsung, vendor asal Korea Selatan tersebut tidak ingin meninggalkan OS yang lain seperti Symbian, Windows Phone dan Android.

“Dalam meluncurkan Samsung Bada, saya percaya bahwa Samsung akan memperkuat posisinya sebagai pemimpin yang sesungguhnya dalam industri ponsel dengan menawarkan smartphone pilihan yang lebih banyak bagi konsumen,” ujar Dr Hosoo Lee, Executive Vice President dan Kepala Media Solution Center di Samsung Electronics. “Pada saat yang bersamaan, Samsung Bada memberikan peluang yang besar bagi pengembang teknologi untuk mendapatkan aplikasi mereka ke perangkat Samsung yang tak terhitung diseluruh dunia,”tambahnya.

Bada itu bukan berbasis LINUX atau JAVA seperti Android, tapi RTOS, tapi bada bisa berjalan di LINUX :

1. Kita bisa buat widget sendiri di bada dengan mudah. Anda bisa buat widget sendiri di Android
2. Wi-Fi Thetering adalah fitur default di bada, sedangkan Android baru muncul di versi 2.2
3. Keylock adalah bawaan TouchWiz, bukan Android.

Kesimpulan

Pemakaian sistem operasi Android pada smartphone pada saat ini banyak digunakan oleh perusahaan penghasil telepon seluler. Karena keunggulannya sebagai software yang memakai basis kode komputer yang bisa didistribusikan secara terbuka (open source) sehingga banyak sekali aplikasi-aplikasi yang bisa diunduh oleh penggguna smartphone tanpa membayar biaya aplikasi tersebut. Diyakini smartphone yang menggunakan sistem operasi Android akan lebih murah harganya dibanding smartphone yang menggunakan sistem operasi yang berbayar.

1. Aplikasi Android saat ini 60% yang gratis, sedangkan bada 70% gratis. Tapi aplikasi Android saat ini memang lebih banyak.

2. Ketersediaan GPS tergantung negara masing-masing, ada yang free lifetime ada yang berbayar (nanti saya akan berikan triknya biar free). Di Samsung Apps juga banyak aplikasi GPS lain yang free, atau boleh dicoba versi java dari Google Maps.

3. Ada aplikasi khusus untuk buat Tema untuk bada yang sangat mudah. Sedangkan untuk Android perlu rooting dan modding yang sangat ribet bagi orang awam dan bisa merusak klaim garansi.

4. Live Walpaper itu khas Android, OS lain memang tidak ada. Tapi kita bisa membuat tema live walpaper untuk bada dengan mudah. Untuk hal ini saya rasa bada mirip Symbian yang fleksibel.

5. Semua OS untuk masalah multitasking saya kira juga tergantung prosesor dan RAM karena untuk menghindarkan ketidakstabilan pada sistem. Sama saja membandingkan Wave S8500 dengan Galaxy 5 atau Galaxy S dengan Wave525. Semua OS pasti punya manajemen sistem yang berbeda untuk penampilan terbaiknya.

6. Ini sangat subyektif karena bagaimanapun Android adalah milik Google. Tapi di bada ada widget untuk layanan Google yang saya kira sudah cukup, kecuali bagi mereka yang Google mania.
7. Player musik dan video bada adalah yang terbaik saat ini, bisa menjalankan hampir semua codec, bisa memutar video HD, bisa menampilkan subtitle, bisa edit video HD, ada mosaic search.
8. Mungkin Android bisa install macam-macam, tapi coba bandingkan hasil kamera dan rekam video dari Samsung Wave dan Galaxy S. Kalau Anda sudah punya yang terbaik, kenapa harus mencari yang lain?

9. Setiap versi baru dari bada akan diuji di semua perangkat Wave, dan saat ini sudah dikonfirmasi kalau bada 1.2 akan hadir di semua perangkat Wave secara serentak. Kalau Google cuma mencoba Android terbaru di perangkat Android yang masuk kategori “Google Experience”, seperti Nexus One. Oleh karena itu Galaxy S lama diupdate ke Froyo karena secara hardware Galaxy S beda dengan Nexus One (yang lebih mirip Desire).

Android dan bada itu sama-sama OS modern yang bagus, tidak ada yang terbaik diantara mereka. Pilihan tergantung Anda. Kelebihan Android saat ini mungkin Anda bisa menginstal aplikasi bajakan dari luar Android Market, lebih leluasa diotak-atik buat mereka yang expert dan menawarkan lebih banyak aplikasi saat ini. namun bada lebih nyaman dibawa kemana-mana, pengoperasian tidak ribet, social hub untuk integrasi kontak, email dan jejaring sosial, baterai awet, multimedia terbaik, desain lebih elegan dan harga juga lebih sesuai dengan fitur yang ditawarkan. Bada itu lebih mirip Symbian dengan user interface sehalus iPhone. Coba saja Symbian menggunakan TouchWiz 3.0, mungkin agak-agak mirip dengan bada.

PERBANDINGAN OS ANDROID DENGAN BADA PADA SMARTPHONE

PERBANDINGAN OS ANDROID DENGAN BADA PADA SMARTPHONE


Menurut Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, Sistem operasi atau dalam bahasa Inggris: operating system atau OS adalah perangkat lunak sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah kata dan browser web. Secara umum, Sistem Operasi adalah software pada lapisan pertama yang ditaruh pada memori komputer pada saat komputer dinyalakan. Sedangkan software-software lainnya dijalankan setelah Sistem Operasi berjalan, dan Sistem Operasi akan melakukan layanan inti umum untuk software-software itu. Layanan inti umum tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, skeduling task, dan antar-muka user. Sehingga masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti umum tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh Sistem Operasi. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan dengan “kernel” suatu Sistem Operasi. Disini saya akan membhs tentang system operasi pada handphone yaitu android dan bada, berikut penjelasannya.

Sistem Operasi Android

Android adalah sistem operasi untuk telepon seluler yang berbasis Linux. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang buat menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh bermacam peranti bergerak. Awalnya, Google Inc. membeli Android Inc., pendatang baru yang membuat peranti lunak untuk ponsel. Kemudian untuk mengembangkan Android, dibentuklah Open Handset Alliance, konsorsium dari 34 perusahaan peranti keras, peranti lunak, dan telekomunikasi, termasuk Google, HTC, Intel, Motorola, Qualcomm, T-Mobile, dan Nvidia. Pada saat perilisan perdana Android, 5 November 2007, Android bersama Open Handset Alliance menyatakan mendukung pengembangan standar terbuka pada perangkat seluler. Di lain pihak, Google merilis kode–kode Android di bawah lisensi Apache, sebuah lisensi perangkat lunak dan standar terbuka perangkat seluler. Di dunia ini terdapat dua jenis distributor sistem operasi Android. Pertama yang mendapat dukungan penuh dari Google atau Google Mail Services (GMS) dan kedua adalah yang benar–benar bebas distribusinya tanpa dukungan langsung Google atau dikenal sebagai Open Handset Distribution (OHD).

2007-2008: Produk awal

Sekitar September 2007 sebuah studi melaporkan bahwa Google mengajukan hak paten aplikasi telepon seluler (akhirnya Google mengenalkan Nexus One, salah satu jenis telepon pintar yang menggunakan Android pada sistem operasinya. Telepon seluler ini diproduksi oleh HTC Corporation dan tersedia di pasaran pada 5 Januari 2010). Pada 9 Desember 2008, diumumkan anggota baru yang bergabung dalam program kerja Android ARM Holdings, Atheros Communications, diproduksi oleh Asustek Computer Inc, Garmin Ltd, Softbank, Sony Ericsson, Toshiba Corp, dan Vodafone Group Plc. Seiring pembentukan Open Handset Alliance, OHA mengumumkan produk perdana mereka, Android, perangkat mobile yang merupakan modifikasi kernel Linux 2.6. Sejak Android dirilis telah dilakukan berbagai pembaruan berupa perbaikan bug dan penambahan fitur baru. Telepon pertama yang memakai sistem operasi Android adalah HTC Dream, yang dirilis pada 22 Oktober 2008. Pada penghujung tahun 2009 diperkirakan di dunia ini paling sedikit terdapat 18 jenis telepon seluler yang menggunakan Android.

Android versi 1.1

Pada 9 Maret 2009, Google merilis Android versi 1.1. Android versi ini dilengkapi dengan pembaruan estetis pada aplikasi, jam alarm, voice search (pencarian suara), pengiriman pesan dengan Gmail, dan pemberitahuan email.

Android versi 1.5 (Cupcake)

Pada pertengahan Mei 2009, Google kembali merilis telepon seluler dengan menggunakan Android dan SDK (Software Development Kit) dengan versi 1.5 (Cupcake). Terdapat beberapa pembaruan termasuk juga penambahan beberapa fitur dalam seluler versi ini yakni kemampuan merekam dan menonton video dengan modus kamera, mengunggah video ke Youtube dan gambar ke Picasa langsung dari telepon, dukungan Bluetooth A2DP, kemampuan terhubung secara otomatis ke headset Bluetooth, animasi layar, dan keyboard pada layar yang dapat disesuaikan dengan sistem. Donut (versi 1.6) dirilis pada September dengan menampilkan proses pencarian yang lebih baik dibanding sebelumnya, penggunaan baterai indikator dan kontrol applet VPN. Fitur lainnya adalah galeri yang memungkinkan pengguna untuk memilih foto yang akan dihapus; kamera, camcorder dan galeri yang dintegrasikan; CDMA / EVDO, 802.1x, VPN, Gestures, dan Text-to-speech engine; kemampuan dial kontak; teknologi text to change speech (tidak tersedia pada semua ponsel; pengadaan resolusi VWGA.

Android versi 2.0/2.1 (Eclair)

Pada 3 Desember 2009 kembali diluncurkan ponsel Android dengan versi 2.0/2.1 (Eclair), perubahan yang dilakukan adalah pengoptimalan hardware, peningkatan Google Maps 3.1.2, perubahan UI dengan browser baru dan dukungan HTML5, daftar kontak yang baru, dukungan flash untuk kamera 3,2 MP, digital Zoom, dan Bluetooth 2.1.
Untuk bergerak cepat dalam persaingan perangkat generasi berikut, Google melakukan investasi dengan mengadakan kompetisi aplikasi mobile terbaik (killer apps – aplikasi unggulan). Kompetisi ini berhadiah $25,000 bagi setiap pengembang aplikasi terpilih. Kompetisi diadakan selama dua tahap yang tiap tahapnya dipilih 50 aplikasi terbaik.
Dengan semakin berkembangnya dan semakin bertambahnya jumlah handset Android, semakin banyak pihak ketiga yang berminat untuk menyalurkan aplikasi mereka kepada sistem operasi Android. Aplikasi terkenal yang diubah ke dalam sistem operasi Android adalah Shazam, Backgrounds, dan WeatherBug. Sistem operasi Android dalam situs internet juga dianggap penting untuk menciptakan aplikasi Android asli, contohnya oleh MySpace dan Facebook.

Android bagi komunitas sumber terbuka (open source)

Android memiliki berbagai keunggulan sebagai software yang memakai basis kode komputer yang bisa didistribusikan secara terbuka (open source) sehingga pengguna bisa membuat aplikasi baru di dalamnya. Android memiliki aplikasi native Google yang terintegrasi seperti pushmail Gmail, Google Maps, dan Google Calendar. Para penggemar open source kemudian membangun komunitas yang membangun dan berbagi Android berbasis firmware dengan sejumlah penyesuaian dan fitur-fitur tambahan, seperti FLAC lossless audio dan kemampuan untuk menyimpan download aplikasi pada microSD card. Mereka sering memperbaharui paket-paket firmware dan menggabungkan elemen-elemen fungsi Android yang belum resmi diluncurkan dalam suatu carrier-sanction firmware.

Sistem Operasi Bada

Pada Minggu (14/02), Samsung memperkenalkan ponsel berbasis Bada pertama yakni Wave S8500. Secara umum kita mengetahui pengertian dari pada Sistem Operasi yaitu perangkat lunak atau software yang menjalankan program atau intruksi tertentu serta mngontrol operasi yang ada. Samsung Electronics Co. Ltd, sebuah produsen ponsel terkemuka dunia, meluncurkan ponsel cerdas terbaru, Samsung Bada. Bersamaan dengan hari peluncurannya, Samsung memperlihatkan Bada SDK (Software Development Kit) untuk mitra bisnis dan menginformasikan manfaat istimewa serta kesempatan langka dari basis bada kepada para pengembang teknologi, operator mobile dan konsumen.Bada yang dalam Bahasa Korea disini berarti “Samudera”, akan menjadi platform bebas terbuka untuk dieksplorasi para pengembang software aplikasim atau dengan istilah lainnya Bada adalah sistem operasi terbuka untuk HP atau operating system open mobile platform yang bertugas untuk mengatur dan menjalankan semua fungsi software handphone. Bada mempunyai sifat yang sama dengan system operasi milik Google yaitu Android. Bada mungkin hanya bisa ditemui pada Ponsel Samsung yang memakai (TouchWiz User Interface). Samsung Bada menawarkan kemudahan serta UI yang intuitif tanpa mengesampingkan efisiensi. Untuk meningkatkan kreatifitas dan interaksi penggunanya, Samsung Bada memiliki flash control, web control, sensor gerakan, kontrol fine – tuned vibration control dan face detection. Juga didukung oleh aplikasi context – aware berbasis sensor gerakan. Dengan menggunakan beragam sensor seperti akselerometer, gerakan miring, cuaca, proksimiti dan sensor aktif, aplikasi yang dapat digunakan pengembang teknologi mengimplementasikan context – aware dengan mudah. Samsung Bada membedakan posisinya dengan mendukung layanan – sentris berbagai fitur seperti jaringan sosial, perangkat sinkronisasi, manajemen konten, layanan berbasis lokasi, dan layanan perdagangan – semua didukung oleh back – end server Bada. Fitur inovatif khusus pengembang ini mendukung pengembang teknologi untuk mengimplementasikan berbagai layanan tanpa upaya tambahan.

Samsung mengatakan akan membina komunitas developer dan pitching Bada untuk operator jaringan di seluruh dunia. Samsung saat ini sedang membuat fitur utama sistem operasi seperti dialer, messaging, dan address book yang tersedia untuk para developer sehingga aplikasi-aplikasi yang ada dapat menggabungkan fungsi perangkat dasar ini Selain itu, berbagai aplikasi layanan dapat berbagi informasi seperti, jadwal ,profil, konten,atau hubungansosial yang berisi konfirmasi pengguna yang praktis agar dapat memberikan pelayanan lebih personal dan perluasan layanan yang koperatif. Basis Bada yang fleksibel membuatnya mudah untuk diterapkan pada berbagai perangkat dibandingkan sistem operasi mobile lain.
Jadi para developer akan sangat mudah menciptakan aplikasi dan layanan. Perangkat ponsel yang berbasis BADA ini juga akan dapat mengakses konten dari toko aplikasi mobile milik Samsung. Bada menjadi OS (Operating System) original besutan Samsung, vendor asal Korea Selatan tersebut tidak ingin meninggalkan OS yang lain seperti Symbian, Windows Phone dan Android.

“Dalam meluncurkan Samsung Bada, saya percaya bahwa Samsung akan memperkuat posisinya sebagai pemimpin yang sesungguhnya dalam industri ponsel dengan menawarkan smartphone pilihan yang lebih banyak bagi konsumen,” ujar Dr Hosoo Lee, Executive Vice President dan Kepala Media Solution Center di Samsung Electronics. “Pada saat yang bersamaan, Samsung Bada memberikan peluang yang besar bagi pengembang teknologi untuk mendapatkan aplikasi mereka ke perangkat Samsung yang tak terhitung diseluruh dunia,”tambahnya.

Bada itu bukan berbasis LINUX atau JAVA seperti Android, tapi RTOS, tapi bada bisa berjalan di LINUX :

1. Kita bisa buat widget sendiri di bada dengan mudah. Anda bisa buat widget sendiri di Android
2. Wi-Fi Thetering adalah fitur default di bada, sedangkan Android baru muncul di versi 2.2
3. Keylock adalah bawaan TouchWiz, bukan Android.

Kesimpulan

Pemakaian sistem operasi Android pada smartphone pada saat ini banyak digunakan oleh perusahaan penghasil telepon seluler. Karena keunggulannya sebagai software yang memakai basis kode komputer yang bisa didistribusikan secara terbuka (open source) sehingga banyak sekali aplikasi-aplikasi yang bisa diunduh oleh penggguna smartphone tanpa membayar biaya aplikasi tersebut. Diyakini smartphone yang menggunakan sistem operasi Android akan lebih murah harganya dibanding smartphone yang menggunakan sistem operasi yang berbayar.

1. Aplikasi Android saat ini 60% yang gratis, sedangkan bada 70% gratis. Tapi aplikasi Android saat ini memang lebih banyak.

2. Ketersediaan GPS tergantung negara masing-masing, ada yang free lifetime ada yang berbayar (nanti saya akan berikan triknya biar free). Di Samsung Apps juga banyak aplikasi GPS lain yang free, atau boleh dicoba versi java dari Google Maps.

3. Ada aplikasi khusus untuk buat Tema untuk bada yang sangat mudah. Sedangkan untuk Android perlu rooting dan modding yang sangat ribet bagi orang awam dan bisa merusak klaim garansi.

4. Live Walpaper itu khas Android, OS lain memang tidak ada. Tapi kita bisa membuat tema live walpaper untuk bada dengan mudah. Untuk hal ini saya rasa bada mirip Symbian yang fleksibel.

5. Semua OS untuk masalah multitasking saya kira juga tergantung prosesor dan RAM karena untuk menghindarkan ketidakstabilan pada sistem. Sama saja membandingkan Wave S8500 dengan Galaxy 5 atau Galaxy S dengan Wave525. Semua OS pasti punya manajemen sistem yang berbeda untuk penampilan terbaiknya.

6. Ini sangat subyektif karena bagaimanapun Android adalah milik Google. Tapi di bada ada widget untuk layanan Google yang saya kira sudah cukup, kecuali bagi mereka yang Google mania.
7. Player musik dan video bada adalah yang terbaik saat ini, bisa menjalankan hampir semua codec, bisa memutar video HD, bisa menampilkan subtitle, bisa edit video HD, ada mosaic search.
8. Mungkin Android bisa install macam-macam, tapi coba bandingkan hasil kamera dan rekam video dari Samsung Wave dan Galaxy S. Kalau Anda sudah punya yang terbaik, kenapa harus mencari yang lain?

9. Setiap versi baru dari bada akan diuji di semua perangkat Wave, dan saat ini sudah dikonfirmasi kalau bada 1.2 akan hadir di semua perangkat Wave secara serentak. Kalau Google cuma mencoba Android terbaru di perangkat Android yang masuk kategori “Google Experience”, seperti Nexus One. Oleh karena itu Galaxy S lama diupdate ke Froyo karena secara hardware Galaxy S beda dengan Nexus One (yang lebih mirip Desire).

Android dan bada itu sama-sama OS modern yang bagus, tidak ada yang terbaik diantara mereka. Pilihan tergantung Anda. Kelebihan Android saat ini mungkin Anda bisa menginstal aplikasi bajakan dari luar Android Market, lebih leluasa diotak-atik buat mereka yang expert dan menawarkan lebih banyak aplikasi saat ini. namun bada lebih nyaman dibawa kemana-mana, pengoperasian tidak ribet, social hub untuk integrasi kontak, email dan jejaring sosial, baterai awet, multimedia terbaik, desain lebih elegan dan harga juga lebih sesuai dengan fitur yang ditawarkan. Bada itu lebih mirip Symbian dengan user interface sehalus iPhone. Coba saja Symbian menggunakan TouchWiz 3.0, mungkin agak-agak mirip dengan bada.



Menurut Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, Sistem operasi atau dalam bahasa Inggris: operating system atau OS adalah perangkat lunak sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah kata dan browser web. Secara umum, Sistem Operasi adalah software pada lapisan pertama yang ditaruh pada memori komputer pada saat komputer dinyalakan. Sedangkan software-software lainnya dijalankan setelah Sistem Operasi berjalan, dan Sistem Operasi akan melakukan layanan inti umum untuk software-software itu. Layanan inti umum tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, skeduling task, dan antar-muka user. Sehingga masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti umum tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh Sistem Operasi. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan dengan “kernel” suatu Sistem Operasi. Disini saya akan membhs tentang system operasi pada handphone yaitu android dan bada, berikut penjelasannya.

Sistem Operasi Android

Android adalah sistem operasi untuk telepon seluler yang berbasis Linux. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang buat menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh bermacam peranti bergerak. Awalnya, Google Inc. membeli Android Inc., pendatang baru yang membuat peranti lunak untuk ponsel. Kemudian untuk mengembangkan Android, dibentuklah Open Handset Alliance, konsorsium dari 34 perusahaan peranti keras, peranti lunak, dan telekomunikasi, termasuk Google, HTC, Intel, Motorola, Qualcomm, T-Mobile, dan Nvidia. Pada saat perilisan perdana Android, 5 November 2007, Android bersama Open Handset Alliance menyatakan mendukung pengembangan standar terbuka pada perangkat seluler. Di lain pihak, Google merilis kode–kode Android di bawah lisensi Apache, sebuah lisensi perangkat lunak dan standar terbuka perangkat seluler. Di dunia ini terdapat dua jenis distributor sistem operasi Android. Pertama yang mendapat dukungan penuh dari Google atau Google Mail Services (GMS) dan kedua adalah yang benar–benar bebas distribusinya tanpa dukungan langsung Google atau dikenal sebagai Open Handset Distribution (OHD).

2007-2008: Produk awal

Sekitar September 2007 sebuah studi melaporkan bahwa Google mengajukan hak paten aplikasi telepon seluler (akhirnya Google mengenalkan Nexus One, salah satu jenis telepon pintar yang menggunakan Android pada sistem operasinya. Telepon seluler ini diproduksi oleh HTC Corporation dan tersedia di pasaran pada 5 Januari 2010). Pada 9 Desember 2008, diumumkan anggota baru yang bergabung dalam program kerja Android ARM Holdings, Atheros Communications, diproduksi oleh Asustek Computer Inc, Garmin Ltd, Softbank, Sony Ericsson, Toshiba Corp, dan Vodafone Group Plc. Seiring pembentukan Open Handset Alliance, OHA mengumumkan produk perdana mereka, Android, perangkat mobile yang merupakan modifikasi kernel Linux 2.6. Sejak Android dirilis telah dilakukan berbagai pembaruan berupa perbaikan bug dan penambahan fitur baru. Telepon pertama yang memakai sistem operasi Android adalah HTC Dream, yang dirilis pada 22 Oktober 2008. Pada penghujung tahun 2009 diperkirakan di dunia ini paling sedikit terdapat 18 jenis telepon seluler yang menggunakan Android.

Android versi 1.1

Pada 9 Maret 2009, Google merilis Android versi 1.1. Android versi ini dilengkapi dengan pembaruan estetis pada aplikasi, jam alarm, voice search (pencarian suara), pengiriman pesan dengan Gmail, dan pemberitahuan email.

Android versi 1.5 (Cupcake)

Pada pertengahan Mei 2009, Google kembali merilis telepon seluler dengan menggunakan Android dan SDK (Software Development Kit) dengan versi 1.5 (Cupcake). Terdapat beberapa pembaruan termasuk juga penambahan beberapa fitur dalam seluler versi ini yakni kemampuan merekam dan menonton video dengan modus kamera, mengunggah video ke Youtube dan gambar ke Picasa langsung dari telepon, dukungan Bluetooth A2DP, kemampuan terhubung secara otomatis ke headset Bluetooth, animasi layar, dan keyboard pada layar yang dapat disesuaikan dengan sistem. Donut (versi 1.6) dirilis pada September dengan menampilkan proses pencarian yang lebih baik dibanding sebelumnya, penggunaan baterai indikator dan kontrol applet VPN. Fitur lainnya adalah galeri yang memungkinkan pengguna untuk memilih foto yang akan dihapus; kamera, camcorder dan galeri yang dintegrasikan; CDMA / EVDO, 802.1x, VPN, Gestures, dan Text-to-speech engine; kemampuan dial kontak; teknologi text to change speech (tidak tersedia pada semua ponsel; pengadaan resolusi VWGA.

Android versi 2.0/2.1 (Eclair)

Pada 3 Desember 2009 kembali diluncurkan ponsel Android dengan versi 2.0/2.1 (Eclair), perubahan yang dilakukan adalah pengoptimalan hardware, peningkatan Google Maps 3.1.2, perubahan UI dengan browser baru dan dukungan HTML5, daftar kontak yang baru, dukungan flash untuk kamera 3,2 MP, digital Zoom, dan Bluetooth 2.1.
Untuk bergerak cepat dalam persaingan perangkat generasi berikut, Google melakukan investasi dengan mengadakan kompetisi aplikasi mobile terbaik (killer apps – aplikasi unggulan). Kompetisi ini berhadiah $25,000 bagi setiap pengembang aplikasi terpilih. Kompetisi diadakan selama dua tahap yang tiap tahapnya dipilih 50 aplikasi terbaik.
Dengan semakin berkembangnya dan semakin bertambahnya jumlah handset Android, semakin banyak pihak ketiga yang berminat untuk menyalurkan aplikasi mereka kepada sistem operasi Android. Aplikasi terkenal yang diubah ke dalam sistem operasi Android adalah Shazam, Backgrounds, dan WeatherBug. Sistem operasi Android dalam situs internet juga dianggap penting untuk menciptakan aplikasi Android asli, contohnya oleh MySpace dan Facebook.

Android bagi komunitas sumber terbuka (open source)

Android memiliki berbagai keunggulan sebagai software yang memakai basis kode komputer yang bisa didistribusikan secara terbuka (open source) sehingga pengguna bisa membuat aplikasi baru di dalamnya. Android memiliki aplikasi native Google yang terintegrasi seperti pushmail Gmail, Google Maps, dan Google Calendar. Para penggemar open source kemudian membangun komunitas yang membangun dan berbagi Android berbasis firmware dengan sejumlah penyesuaian dan fitur-fitur tambahan, seperti FLAC lossless audio dan kemampuan untuk menyimpan download aplikasi pada microSD card. Mereka sering memperbaharui paket-paket firmware dan menggabungkan elemen-elemen fungsi Android yang belum resmi diluncurkan dalam suatu carrier-sanction firmware.

Sistem Operasi Bada

Pada Minggu (14/02), Samsung memperkenalkan ponsel berbasis Bada pertama yakni Wave S8500. Secara umum kita mengetahui pengertian dari pada Sistem Operasi yaitu perangkat lunak atau software yang menjalankan program atau intruksi tertentu serta mngontrol operasi yang ada. Samsung Electronics Co. Ltd, sebuah produsen ponsel terkemuka dunia, meluncurkan ponsel cerdas terbaru, Samsung Bada. Bersamaan dengan hari peluncurannya, Samsung memperlihatkan Bada SDK (Software Development Kit) untuk mitra bisnis dan menginformasikan manfaat istimewa serta kesempatan langka dari basis bada kepada para pengembang teknologi, operator mobile dan konsumen.Bada yang dalam Bahasa Korea disini berarti “Samudera”, akan menjadi platform bebas terbuka untuk dieksplorasi para pengembang software aplikasim atau dengan istilah lainnya Bada adalah sistem operasi terbuka untuk HP atau operating system open mobile platform yang bertugas untuk mengatur dan menjalankan semua fungsi software handphone. Bada mempunyai sifat yang sama dengan system operasi milik Google yaitu Android. Bada mungkin hanya bisa ditemui pada Ponsel Samsung yang memakai (TouchWiz User Interface). Samsung Bada menawarkan kemudahan serta UI yang intuitif tanpa mengesampingkan efisiensi. Untuk meningkatkan kreatifitas dan interaksi penggunanya, Samsung Bada memiliki flash control, web control, sensor gerakan, kontrol fine – tuned vibration control dan face detection. Juga didukung oleh aplikasi context – aware berbasis sensor gerakan. Dengan menggunakan beragam sensor seperti akselerometer, gerakan miring, cuaca, proksimiti dan sensor aktif, aplikasi yang dapat digunakan pengembang teknologi mengimplementasikan context – aware dengan mudah. Samsung Bada membedakan posisinya dengan mendukung layanan – sentris berbagai fitur seperti jaringan sosial, perangkat sinkronisasi, manajemen konten, layanan berbasis lokasi, dan layanan perdagangan – semua didukung oleh back – end server Bada. Fitur inovatif khusus pengembang ini mendukung pengembang teknologi untuk mengimplementasikan berbagai layanan tanpa upaya tambahan.

Samsung mengatakan akan membina komunitas developer dan pitching Bada untuk operator jaringan di seluruh dunia. Samsung saat ini sedang membuat fitur utama sistem operasi seperti dialer, messaging, dan address book yang tersedia untuk para developer sehingga aplikasi-aplikasi yang ada dapat menggabungkan fungsi perangkat dasar ini Selain itu, berbagai aplikasi layanan dapat berbagi informasi seperti, jadwal ,profil, konten,atau hubungansosial yang berisi konfirmasi pengguna yang praktis agar dapat memberikan pelayanan lebih personal dan perluasan layanan yang koperatif. Basis Bada yang fleksibel membuatnya mudah untuk diterapkan pada berbagai perangkat dibandingkan sistem operasi mobile lain.
Jadi para developer akan sangat mudah menciptakan aplikasi dan layanan. Perangkat ponsel yang berbasis BADA ini juga akan dapat mengakses konten dari toko aplikasi mobile milik Samsung. Bada menjadi OS (Operating System) original besutan Samsung, vendor asal Korea Selatan tersebut tidak ingin meninggalkan OS yang lain seperti Symbian, Windows Phone dan Android.

“Dalam meluncurkan Samsung Bada, saya percaya bahwa Samsung akan memperkuat posisinya sebagai pemimpin yang sesungguhnya dalam industri ponsel dengan menawarkan smartphone pilihan yang lebih banyak bagi konsumen,” ujar Dr Hosoo Lee, Executive Vice President dan Kepala Media Solution Center di Samsung Electronics. “Pada saat yang bersamaan, Samsung Bada memberikan peluang yang besar bagi pengembang teknologi untuk mendapatkan aplikasi mereka ke perangkat Samsung yang tak terhitung diseluruh dunia,”tambahnya.

Bada itu bukan berbasis LINUX atau JAVA seperti Android, tapi RTOS, tapi bada bisa berjalan di LINUX :

1. Kita bisa buat widget sendiri di bada dengan mudah. Anda bisa buat widget sendiri di Android
2. Wi-Fi Thetering adalah fitur default di bada, sedangkan Android baru muncul di versi 2.2
3. Keylock adalah bawaan TouchWiz, bukan Android.

Kesimpulan

Pemakaian sistem operasi Android pada smartphone pada saat ini banyak digunakan oleh perusahaan penghasil telepon seluler. Karena keunggulannya sebagai software yang memakai basis kode komputer yang bisa didistribusikan secara terbuka (open source) sehingga banyak sekali aplikasi-aplikasi yang bisa diunduh oleh penggguna smartphone tanpa membayar biaya aplikasi tersebut. Diyakini smartphone yang menggunakan sistem operasi Android akan lebih murah harganya dibanding smartphone yang menggunakan sistem operasi yang berbayar.

1. Aplikasi Android saat ini 60% yang gratis, sedangkan bada 70% gratis. Tapi aplikasi Android saat ini memang lebih banyak.

2. Ketersediaan GPS tergantung negara masing-masing, ada yang free lifetime ada yang berbayar (nanti saya akan berikan triknya biar free). Di Samsung Apps juga banyak aplikasi GPS lain yang free, atau boleh dicoba versi java dari Google Maps.

3. Ada aplikasi khusus untuk buat Tema untuk bada yang sangat mudah. Sedangkan untuk Android perlu rooting dan modding yang sangat ribet bagi orang awam dan bisa merusak klaim garansi.

4. Live Walpaper itu khas Android, OS lain memang tidak ada. Tapi kita bisa membuat tema live walpaper untuk bada dengan mudah. Untuk hal ini saya rasa bada mirip Symbian yang fleksibel.

5. Semua OS untuk masalah multitasking saya kira juga tergantung prosesor dan RAM karena untuk menghindarkan ketidakstabilan pada sistem. Sama saja membandingkan Wave S8500 dengan Galaxy 5 atau Galaxy S dengan Wave525. Semua OS pasti punya manajemen sistem yang berbeda untuk penampilan terbaiknya.

6. Ini sangat subyektif karena bagaimanapun Android adalah milik Google. Tapi di bada ada widget untuk layanan Google yang saya kira sudah cukup, kecuali bagi mereka yang Google mania.
7. Player musik dan video bada adalah yang terbaik saat ini, bisa menjalankan hampir semua codec, bisa memutar video HD, bisa menampilkan subtitle, bisa edit video HD, ada mosaic search.
8. Mungkin Android bisa install macam-macam, tapi coba bandingkan hasil kamera dan rekam video dari Samsung Wave dan Galaxy S. Kalau Anda sudah punya yang terbaik, kenapa harus mencari yang lain?

9. Setiap versi baru dari bada akan diuji di semua perangkat Wave, dan saat ini sudah dikonfirmasi kalau bada 1.2 akan hadir di semua perangkat Wave secara serentak. Kalau Google cuma mencoba Android terbaru di perangkat Android yang masuk kategori “Google Experience”, seperti Nexus One. Oleh karena itu Galaxy S lama diupdate ke Froyo karena secara hardware Galaxy S beda dengan Nexus One (yang lebih mirip Desire).

Android dan bada itu sama-sama OS modern yang bagus, tidak ada yang terbaik diantara mereka. Pilihan tergantung Anda. Kelebihan Android saat ini mungkin Anda bisa menginstal aplikasi bajakan dari luar Android Market, lebih leluasa diotak-atik buat mereka yang expert dan menawarkan lebih banyak aplikasi saat ini. namun bada lebih nyaman dibawa kemana-mana, pengoperasian tidak ribet, social hub untuk integrasi kontak, email dan jejaring sosial, baterai awet, multimedia terbaik, desain lebih elegan dan harga juga lebih sesuai dengan fitur yang ditawarkan. Bada itu lebih mirip Symbian dengan user interface sehalus iPhone. Coba saja Symbian menggunakan TouchWiz 3.0, mungkin agak-agak mirip dengan bada.

PERBANDINGAN OS ANDROID DENGAN BADA PADA SMARTPHONE

PERBANDINGAN OS ANDROID DENGAN BADA PADA SMARTPHONE


Menurut Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, Sistem operasi atau dalam bahasa Inggris: operating system atau OS adalah perangkat lunak sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah kata dan browser web. Secara umum, Sistem Operasi adalah software pada lapisan pertama yang ditaruh pada memori komputer pada saat komputer dinyalakan. Sedangkan software-software lainnya dijalankan setelah Sistem Operasi berjalan, dan Sistem Operasi akan melakukan layanan inti umum untuk software-software itu. Layanan inti umum tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, skeduling task, dan antar-muka user. Sehingga masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti umum tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh Sistem Operasi. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan dengan “kernel” suatu Sistem Operasi. Disini saya akan membhs tentang system operasi pada handphone yaitu android dan bada, berikut penjelasannya.

Sistem Operasi Android

Android adalah sistem operasi untuk telepon seluler yang berbasis Linux. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang buat menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh bermacam peranti bergerak. Awalnya, Google Inc. membeli Android Inc., pendatang baru yang membuat peranti lunak untuk ponsel. Kemudian untuk mengembangkan Android, dibentuklah Open Handset Alliance, konsorsium dari 34 perusahaan peranti keras, peranti lunak, dan telekomunikasi, termasuk Google, HTC, Intel, Motorola, Qualcomm, T-Mobile, dan Nvidia. Pada saat perilisan perdana Android, 5 November 2007, Android bersama Open Handset Alliance menyatakan mendukung pengembangan standar terbuka pada perangkat seluler. Di lain pihak, Google merilis kode–kode Android di bawah lisensi Apache, sebuah lisensi perangkat lunak dan standar terbuka perangkat seluler. Di dunia ini terdapat dua jenis distributor sistem operasi Android. Pertama yang mendapat dukungan penuh dari Google atau Google Mail Services (GMS) dan kedua adalah yang benar–benar bebas distribusinya tanpa dukungan langsung Google atau dikenal sebagai Open Handset Distribution (OHD).

2007-2008: Produk awal

Sekitar September 2007 sebuah studi melaporkan bahwa Google mengajukan hak paten aplikasi telepon seluler (akhirnya Google mengenalkan Nexus One, salah satu jenis telepon pintar yang menggunakan Android pada sistem operasinya. Telepon seluler ini diproduksi oleh HTC Corporation dan tersedia di pasaran pada 5 Januari 2010). Pada 9 Desember 2008, diumumkan anggota baru yang bergabung dalam program kerja Android ARM Holdings, Atheros Communications, diproduksi oleh Asustek Computer Inc, Garmin Ltd, Softbank, Sony Ericsson, Toshiba Corp, dan Vodafone Group Plc. Seiring pembentukan Open Handset Alliance, OHA mengumumkan produk perdana mereka, Android, perangkat mobile yang merupakan modifikasi kernel Linux 2.6. Sejak Android dirilis telah dilakukan berbagai pembaruan berupa perbaikan bug dan penambahan fitur baru. Telepon pertama yang memakai sistem operasi Android adalah HTC Dream, yang dirilis pada 22 Oktober 2008. Pada penghujung tahun 2009 diperkirakan di dunia ini paling sedikit terdapat 18 jenis telepon seluler yang menggunakan Android.

Android versi 1.1

Pada 9 Maret 2009, Google merilis Android versi 1.1. Android versi ini dilengkapi dengan pembaruan estetis pada aplikasi, jam alarm, voice search (pencarian suara), pengiriman pesan dengan Gmail, dan pemberitahuan email.

Android versi 1.5 (Cupcake)

Pada pertengahan Mei 2009, Google kembali merilis telepon seluler dengan menggunakan Android dan SDK (Software Development Kit) dengan versi 1.5 (Cupcake). Terdapat beberapa pembaruan termasuk juga penambahan beberapa fitur dalam seluler versi ini yakni kemampuan merekam dan menonton video dengan modus kamera, mengunggah video ke Youtube dan gambar ke Picasa langsung dari telepon, dukungan Bluetooth A2DP, kemampuan terhubung secara otomatis ke headset Bluetooth, animasi layar, dan keyboard pada layar yang dapat disesuaikan dengan sistem. Donut (versi 1.6) dirilis pada September dengan menampilkan proses pencarian yang lebih baik dibanding sebelumnya, penggunaan baterai indikator dan kontrol applet VPN. Fitur lainnya adalah galeri yang memungkinkan pengguna untuk memilih foto yang akan dihapus; kamera, camcorder dan galeri yang dintegrasikan; CDMA / EVDO, 802.1x, VPN, Gestures, dan Text-to-speech engine; kemampuan dial kontak; teknologi text to change speech (tidak tersedia pada semua ponsel; pengadaan resolusi VWGA.

Android versi 2.0/2.1 (Eclair)

Pada 3 Desember 2009 kembali diluncurkan ponsel Android dengan versi 2.0/2.1 (Eclair), perubahan yang dilakukan adalah pengoptimalan hardware, peningkatan Google Maps 3.1.2, perubahan UI dengan browser baru dan dukungan HTML5, daftar kontak yang baru, dukungan flash untuk kamera 3,2 MP, digital Zoom, dan Bluetooth 2.1.
Untuk bergerak cepat dalam persaingan perangkat generasi berikut, Google melakukan investasi dengan mengadakan kompetisi aplikasi mobile terbaik (killer apps – aplikasi unggulan). Kompetisi ini berhadiah $25,000 bagi setiap pengembang aplikasi terpilih. Kompetisi diadakan selama dua tahap yang tiap tahapnya dipilih 50 aplikasi terbaik.
Dengan semakin berkembangnya dan semakin bertambahnya jumlah handset Android, semakin banyak pihak ketiga yang berminat untuk menyalurkan aplikasi mereka kepada sistem operasi Android. Aplikasi terkenal yang diubah ke dalam sistem operasi Android adalah Shazam, Backgrounds, dan WeatherBug. Sistem operasi Android dalam situs internet juga dianggap penting untuk menciptakan aplikasi Android asli, contohnya oleh MySpace dan Facebook.

Android bagi komunitas sumber terbuka (open source)

Android memiliki berbagai keunggulan sebagai software yang memakai basis kode komputer yang bisa didistribusikan secara terbuka (open source) sehingga pengguna bisa membuat aplikasi baru di dalamnya. Android memiliki aplikasi native Google yang terintegrasi seperti pushmail Gmail, Google Maps, dan Google Calendar. Para penggemar open source kemudian membangun komunitas yang membangun dan berbagi Android berbasis firmware dengan sejumlah penyesuaian dan fitur-fitur tambahan, seperti FLAC lossless audio dan kemampuan untuk menyimpan download aplikasi pada microSD card. Mereka sering memperbaharui paket-paket firmware dan menggabungkan elemen-elemen fungsi Android yang belum resmi diluncurkan dalam suatu carrier-sanction firmware.

Sistem Operasi Bada

Pada Minggu (14/02), Samsung memperkenalkan ponsel berbasis Bada pertama yakni Wave S8500. Secara umum kita mengetahui pengertian dari pada Sistem Operasi yaitu perangkat lunak atau software yang menjalankan program atau intruksi tertentu serta mngontrol operasi yang ada. Samsung Electronics Co. Ltd, sebuah produsen ponsel terkemuka dunia, meluncurkan ponsel cerdas terbaru, Samsung Bada. Bersamaan dengan hari peluncurannya, Samsung memperlihatkan Bada SDK (Software Development Kit) untuk mitra bisnis dan menginformasikan manfaat istimewa serta kesempatan langka dari basis bada kepada para pengembang teknologi, operator mobile dan konsumen.Bada yang dalam Bahasa Korea disini berarti “Samudera”, akan menjadi platform bebas terbuka untuk dieksplorasi para pengembang software aplikasim atau dengan istilah lainnya Bada adalah sistem operasi terbuka untuk HP atau operating system open mobile platform yang bertugas untuk mengatur dan menjalankan semua fungsi software handphone. Bada mempunyai sifat yang sama dengan system operasi milik Google yaitu Android. Bada mungkin hanya bisa ditemui pada Ponsel Samsung yang memakai (TouchWiz User Interface). Samsung Bada menawarkan kemudahan serta UI yang intuitif tanpa mengesampingkan efisiensi. Untuk meningkatkan kreatifitas dan interaksi penggunanya, Samsung Bada memiliki flash control, web control, sensor gerakan, kontrol fine – tuned vibration control dan face detection. Juga didukung oleh aplikasi context – aware berbasis sensor gerakan. Dengan menggunakan beragam sensor seperti akselerometer, gerakan miring, cuaca, proksimiti dan sensor aktif, aplikasi yang dapat digunakan pengembang teknologi mengimplementasikan context – aware dengan mudah. Samsung Bada membedakan posisinya dengan mendukung layanan – sentris berbagai fitur seperti jaringan sosial, perangkat sinkronisasi, manajemen konten, layanan berbasis lokasi, dan layanan perdagangan – semua didukung oleh back – end server Bada. Fitur inovatif khusus pengembang ini mendukung pengembang teknologi untuk mengimplementasikan berbagai layanan tanpa upaya tambahan.

Samsung mengatakan akan membina komunitas developer dan pitching Bada untuk operator jaringan di seluruh dunia. Samsung saat ini sedang membuat fitur utama sistem operasi seperti dialer, messaging, dan address book yang tersedia untuk para developer sehingga aplikasi-aplikasi yang ada dapat menggabungkan fungsi perangkat dasar ini Selain itu, berbagai aplikasi layanan dapat berbagi informasi seperti, jadwal ,profil, konten,atau hubungansosial yang berisi konfirmasi pengguna yang praktis agar dapat memberikan pelayanan lebih personal dan perluasan layanan yang koperatif. Basis Bada yang fleksibel membuatnya mudah untuk diterapkan pada berbagai perangkat dibandingkan sistem operasi mobile lain.
Jadi para developer akan sangat mudah menciptakan aplikasi dan layanan. Perangkat ponsel yang berbasis BADA ini juga akan dapat mengakses konten dari toko aplikasi mobile milik Samsung. Bada menjadi OS (Operating System) original besutan Samsung, vendor asal Korea Selatan tersebut tidak ingin meninggalkan OS yang lain seperti Symbian, Windows Phone dan Android.

“Dalam meluncurkan Samsung Bada, saya percaya bahwa Samsung akan memperkuat posisinya sebagai pemimpin yang sesungguhnya dalam industri ponsel dengan menawarkan smartphone pilihan yang lebih banyak bagi konsumen,” ujar Dr Hosoo Lee, Executive Vice President dan Kepala Media Solution Center di Samsung Electronics. “Pada saat yang bersamaan, Samsung Bada memberikan peluang yang besar bagi pengembang teknologi untuk mendapatkan aplikasi mereka ke perangkat Samsung yang tak terhitung diseluruh dunia,”tambahnya.

Bada itu bukan berbasis LINUX atau JAVA seperti Android, tapi RTOS, tapi bada bisa berjalan di LINUX :

1. Kita bisa buat widget sendiri di bada dengan mudah. Anda bisa buat widget sendiri di Android
2. Wi-Fi Thetering adalah fitur default di bada, sedangkan Android baru muncul di versi 2.2
3. Keylock adalah bawaan TouchWiz, bukan Android.

Kesimpulan

Pemakaian sistem operasi Android pada smartphone pada saat ini banyak digunakan oleh perusahaan penghasil telepon seluler. Karena keunggulannya sebagai software yang memakai basis kode komputer yang bisa didistribusikan secara terbuka (open source) sehingga banyak sekali aplikasi-aplikasi yang bisa diunduh oleh penggguna smartphone tanpa membayar biaya aplikasi tersebut. Diyakini smartphone yang menggunakan sistem operasi Android akan lebih murah harganya dibanding smartphone yang menggunakan sistem operasi yang berbayar.

1. Aplikasi Android saat ini 60% yang gratis, sedangkan bada 70% gratis. Tapi aplikasi Android saat ini memang lebih banyak.

2. Ketersediaan GPS tergantung negara masing-masing, ada yang free lifetime ada yang berbayar (nanti saya akan berikan triknya biar free). Di Samsung Apps juga banyak aplikasi GPS lain yang free, atau boleh dicoba versi java dari Google Maps.

3. Ada aplikasi khusus untuk buat Tema untuk bada yang sangat mudah. Sedangkan untuk Android perlu rooting dan modding yang sangat ribet bagi orang awam dan bisa merusak klaim garansi.

4. Live Walpaper itu khas Android, OS lain memang tidak ada. Tapi kita bisa membuat tema live walpaper untuk bada dengan mudah. Untuk hal ini saya rasa bada mirip Symbian yang fleksibel.

5. Semua OS untuk masalah multitasking saya kira juga tergantung prosesor dan RAM karena untuk menghindarkan ketidakstabilan pada sistem. Sama saja membandingkan Wave S8500 dengan Galaxy 5 atau Galaxy S dengan Wave525. Semua OS pasti punya manajemen sistem yang berbeda untuk penampilan terbaiknya.

6. Ini sangat subyektif karena bagaimanapun Android adalah milik Google. Tapi di bada ada widget untuk layanan Google yang saya kira sudah cukup, kecuali bagi mereka yang Google mania.
7. Player musik dan video bada adalah yang terbaik saat ini, bisa menjalankan hampir semua codec, bisa memutar video HD, bisa menampilkan subtitle, bisa edit video HD, ada mosaic search.
8. Mungkin Android bisa install macam-macam, tapi coba bandingkan hasil kamera dan rekam video dari Samsung Wave dan Galaxy S. Kalau Anda sudah punya yang terbaik, kenapa harus mencari yang lain?

9. Setiap versi baru dari bada akan diuji di semua perangkat Wave, dan saat ini sudah dikonfirmasi kalau bada 1.2 akan hadir di semua perangkat Wave secara serentak. Kalau Google cuma mencoba Android terbaru di perangkat Android yang masuk kategori “Google Experience”, seperti Nexus One. Oleh karena itu Galaxy S lama diupdate ke Froyo karena secara hardware Galaxy S beda dengan Nexus One (yang lebih mirip Desire).

Android dan bada itu sama-sama OS modern yang bagus, tidak ada yang terbaik diantara mereka. Pilihan tergantung Anda. Kelebihan Android saat ini mungkin Anda bisa menginstal aplikasi bajakan dari luar Android Market, lebih leluasa diotak-atik buat mereka yang expert dan menawarkan lebih banyak aplikasi saat ini. namun bada lebih nyaman dibawa kemana-mana, pengoperasian tidak ribet, social hub untuk integrasi kontak, email dan jejaring sosial, baterai awet, multimedia terbaik, desain lebih elegan dan harga juga lebih sesuai dengan fitur yang ditawarkan. Bada itu lebih mirip Symbian dengan user interface sehalus iPhone. Coba saja Symbian menggunakan TouchWiz 3.0, mungkin agak-agak mirip dengan bada.



Menurut Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, Sistem operasi atau dalam bahasa Inggris: operating system atau OS adalah perangkat lunak sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah kata dan browser web. Secara umum, Sistem Operasi adalah software pada lapisan pertama yang ditaruh pada memori komputer pada saat komputer dinyalakan. Sedangkan software-software lainnya dijalankan setelah Sistem Operasi berjalan, dan Sistem Operasi akan melakukan layanan inti umum untuk software-software itu. Layanan inti umum tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, skeduling task, dan antar-muka user. Sehingga masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti umum tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh Sistem Operasi. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan dengan “kernel” suatu Sistem Operasi. Disini saya akan membhs tentang system operasi pada handphone yaitu android dan bada, berikut penjelasannya.

Sistem Operasi Android

Android adalah sistem operasi untuk telepon seluler yang berbasis Linux. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang buat menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh bermacam peranti bergerak. Awalnya, Google Inc. membeli Android Inc., pendatang baru yang membuat peranti lunak untuk ponsel. Kemudian untuk mengembangkan Android, dibentuklah Open Handset Alliance, konsorsium dari 34 perusahaan peranti keras, peranti lunak, dan telekomunikasi, termasuk Google, HTC, Intel, Motorola, Qualcomm, T-Mobile, dan Nvidia. Pada saat perilisan perdana Android, 5 November 2007, Android bersama Open Handset Alliance menyatakan mendukung pengembangan standar terbuka pada perangkat seluler. Di lain pihak, Google merilis kode–kode Android di bawah lisensi Apache, sebuah lisensi perangkat lunak dan standar terbuka perangkat seluler. Di dunia ini terdapat dua jenis distributor sistem operasi Android. Pertama yang mendapat dukungan penuh dari Google atau Google Mail Services (GMS) dan kedua adalah yang benar–benar bebas distribusinya tanpa dukungan langsung Google atau dikenal sebagai Open Handset Distribution (OHD).

2007-2008: Produk awal

Sekitar September 2007 sebuah studi melaporkan bahwa Google mengajukan hak paten aplikasi telepon seluler (akhirnya Google mengenalkan Nexus One, salah satu jenis telepon pintar yang menggunakan Android pada sistem operasinya. Telepon seluler ini diproduksi oleh HTC Corporation dan tersedia di pasaran pada 5 Januari 2010). Pada 9 Desember 2008, diumumkan anggota baru yang bergabung dalam program kerja Android ARM Holdings, Atheros Communications, diproduksi oleh Asustek Computer Inc, Garmin Ltd, Softbank, Sony Ericsson, Toshiba Corp, dan Vodafone Group Plc. Seiring pembentukan Open Handset Alliance, OHA mengumumkan produk perdana mereka, Android, perangkat mobile yang merupakan modifikasi kernel Linux 2.6. Sejak Android dirilis telah dilakukan berbagai pembaruan berupa perbaikan bug dan penambahan fitur baru. Telepon pertama yang memakai sistem operasi Android adalah HTC Dream, yang dirilis pada 22 Oktober 2008. Pada penghujung tahun 2009 diperkirakan di dunia ini paling sedikit terdapat 18 jenis telepon seluler yang menggunakan Android.

Android versi 1.1

Pada 9 Maret 2009, Google merilis Android versi 1.1. Android versi ini dilengkapi dengan pembaruan estetis pada aplikasi, jam alarm, voice search (pencarian suara), pengiriman pesan dengan Gmail, dan pemberitahuan email.

Android versi 1.5 (Cupcake)

Pada pertengahan Mei 2009, Google kembali merilis telepon seluler dengan menggunakan Android dan SDK (Software Development Kit) dengan versi 1.5 (Cupcake). Terdapat beberapa pembaruan termasuk juga penambahan beberapa fitur dalam seluler versi ini yakni kemampuan merekam dan menonton video dengan modus kamera, mengunggah video ke Youtube dan gambar ke Picasa langsung dari telepon, dukungan Bluetooth A2DP, kemampuan terhubung secara otomatis ke headset Bluetooth, animasi layar, dan keyboard pada layar yang dapat disesuaikan dengan sistem. Donut (versi 1.6) dirilis pada September dengan menampilkan proses pencarian yang lebih baik dibanding sebelumnya, penggunaan baterai indikator dan kontrol applet VPN. Fitur lainnya adalah galeri yang memungkinkan pengguna untuk memilih foto yang akan dihapus; kamera, camcorder dan galeri yang dintegrasikan; CDMA / EVDO, 802.1x, VPN, Gestures, dan Text-to-speech engine; kemampuan dial kontak; teknologi text to change speech (tidak tersedia pada semua ponsel; pengadaan resolusi VWGA.

Android versi 2.0/2.1 (Eclair)

Pada 3 Desember 2009 kembali diluncurkan ponsel Android dengan versi 2.0/2.1 (Eclair), perubahan yang dilakukan adalah pengoptimalan hardware, peningkatan Google Maps 3.1.2, perubahan UI dengan browser baru dan dukungan HTML5, daftar kontak yang baru, dukungan flash untuk kamera 3,2 MP, digital Zoom, dan Bluetooth 2.1.
Untuk bergerak cepat dalam persaingan perangkat generasi berikut, Google melakukan investasi dengan mengadakan kompetisi aplikasi mobile terbaik (killer apps – aplikasi unggulan). Kompetisi ini berhadiah $25,000 bagi setiap pengembang aplikasi terpilih. Kompetisi diadakan selama dua tahap yang tiap tahapnya dipilih 50 aplikasi terbaik.
Dengan semakin berkembangnya dan semakin bertambahnya jumlah handset Android, semakin banyak pihak ketiga yang berminat untuk menyalurkan aplikasi mereka kepada sistem operasi Android. Aplikasi terkenal yang diubah ke dalam sistem operasi Android adalah Shazam, Backgrounds, dan WeatherBug. Sistem operasi Android dalam situs internet juga dianggap penting untuk menciptakan aplikasi Android asli, contohnya oleh MySpace dan Facebook.

Android bagi komunitas sumber terbuka (open source)

Android memiliki berbagai keunggulan sebagai software yang memakai basis kode komputer yang bisa didistribusikan secara terbuka (open source) sehingga pengguna bisa membuat aplikasi baru di dalamnya. Android memiliki aplikasi native Google yang terintegrasi seperti pushmail Gmail, Google Maps, dan Google Calendar. Para penggemar open source kemudian membangun komunitas yang membangun dan berbagi Android berbasis firmware dengan sejumlah penyesuaian dan fitur-fitur tambahan, seperti FLAC lossless audio dan kemampuan untuk menyimpan download aplikasi pada microSD card. Mereka sering memperbaharui paket-paket firmware dan menggabungkan elemen-elemen fungsi Android yang belum resmi diluncurkan dalam suatu carrier-sanction firmware.

Sistem Operasi Bada

Pada Minggu (14/02), Samsung memperkenalkan ponsel berbasis Bada pertama yakni Wave S8500. Secara umum kita mengetahui pengertian dari pada Sistem Operasi yaitu perangkat lunak atau software yang menjalankan program atau intruksi tertentu serta mngontrol operasi yang ada. Samsung Electronics Co. Ltd, sebuah produsen ponsel terkemuka dunia, meluncurkan ponsel cerdas terbaru, Samsung Bada. Bersamaan dengan hari peluncurannya, Samsung memperlihatkan Bada SDK (Software Development Kit) untuk mitra bisnis dan menginformasikan manfaat istimewa serta kesempatan langka dari basis bada kepada para pengembang teknologi, operator mobile dan konsumen.Bada yang dalam Bahasa Korea disini berarti “Samudera”, akan menjadi platform bebas terbuka untuk dieksplorasi para pengembang software aplikasim atau dengan istilah lainnya Bada adalah sistem operasi terbuka untuk HP atau operating system open mobile platform yang bertugas untuk mengatur dan menjalankan semua fungsi software handphone. Bada mempunyai sifat yang sama dengan system operasi milik Google yaitu Android. Bada mungkin hanya bisa ditemui pada Ponsel Samsung yang memakai (TouchWiz User Interface). Samsung Bada menawarkan kemudahan serta UI yang intuitif tanpa mengesampingkan efisiensi. Untuk meningkatkan kreatifitas dan interaksi penggunanya, Samsung Bada memiliki flash control, web control, sensor gerakan, kontrol fine – tuned vibration control dan face detection. Juga didukung oleh aplikasi context – aware berbasis sensor gerakan. Dengan menggunakan beragam sensor seperti akselerometer, gerakan miring, cuaca, proksimiti dan sensor aktif, aplikasi yang dapat digunakan pengembang teknologi mengimplementasikan context – aware dengan mudah. Samsung Bada membedakan posisinya dengan mendukung layanan – sentris berbagai fitur seperti jaringan sosial, perangkat sinkronisasi, manajemen konten, layanan berbasis lokasi, dan layanan perdagangan – semua didukung oleh back – end server Bada. Fitur inovatif khusus pengembang ini mendukung pengembang teknologi untuk mengimplementasikan berbagai layanan tanpa upaya tambahan.

Samsung mengatakan akan membina komunitas developer dan pitching Bada untuk operator jaringan di seluruh dunia. Samsung saat ini sedang membuat fitur utama sistem operasi seperti dialer, messaging, dan address book yang tersedia untuk para developer sehingga aplikasi-aplikasi yang ada dapat menggabungkan fungsi perangkat dasar ini Selain itu, berbagai aplikasi layanan dapat berbagi informasi seperti, jadwal ,profil, konten,atau hubungansosial yang berisi konfirmasi pengguna yang praktis agar dapat memberikan pelayanan lebih personal dan perluasan layanan yang koperatif. Basis Bada yang fleksibel membuatnya mudah untuk diterapkan pada berbagai perangkat dibandingkan sistem operasi mobile lain.
Jadi para developer akan sangat mudah menciptakan aplikasi dan layanan. Perangkat ponsel yang berbasis BADA ini juga akan dapat mengakses konten dari toko aplikasi mobile milik Samsung. Bada menjadi OS (Operating System) original besutan Samsung, vendor asal Korea Selatan tersebut tidak ingin meninggalkan OS yang lain seperti Symbian, Windows Phone dan Android.

“Dalam meluncurkan Samsung Bada, saya percaya bahwa Samsung akan memperkuat posisinya sebagai pemimpin yang sesungguhnya dalam industri ponsel dengan menawarkan smartphone pilihan yang lebih banyak bagi konsumen,” ujar Dr Hosoo Lee, Executive Vice President dan Kepala Media Solution Center di Samsung Electronics. “Pada saat yang bersamaan, Samsung Bada memberikan peluang yang besar bagi pengembang teknologi untuk mendapatkan aplikasi mereka ke perangkat Samsung yang tak terhitung diseluruh dunia,”tambahnya.

Bada itu bukan berbasis LINUX atau JAVA seperti Android, tapi RTOS, tapi bada bisa berjalan di LINUX :

1. Kita bisa buat widget sendiri di bada dengan mudah. Anda bisa buat widget sendiri di Android
2. Wi-Fi Thetering adalah fitur default di bada, sedangkan Android baru muncul di versi 2.2
3. Keylock adalah bawaan TouchWiz, bukan Android.

Kesimpulan

Pemakaian sistem operasi Android pada smartphone pada saat ini banyak digunakan oleh perusahaan penghasil telepon seluler. Karena keunggulannya sebagai software yang memakai basis kode komputer yang bisa didistribusikan secara terbuka (open source) sehingga banyak sekali aplikasi-aplikasi yang bisa diunduh oleh penggguna smartphone tanpa membayar biaya aplikasi tersebut. Diyakini smartphone yang menggunakan sistem operasi Android akan lebih murah harganya dibanding smartphone yang menggunakan sistem operasi yang berbayar.

1. Aplikasi Android saat ini 60% yang gratis, sedangkan bada 70% gratis. Tapi aplikasi Android saat ini memang lebih banyak.

2. Ketersediaan GPS tergantung negara masing-masing, ada yang free lifetime ada yang berbayar (nanti saya akan berikan triknya biar free). Di Samsung Apps juga banyak aplikasi GPS lain yang free, atau boleh dicoba versi java dari Google Maps.

3. Ada aplikasi khusus untuk buat Tema untuk bada yang sangat mudah. Sedangkan untuk Android perlu rooting dan modding yang sangat ribet bagi orang awam dan bisa merusak klaim garansi.

4. Live Walpaper itu khas Android, OS lain memang tidak ada. Tapi kita bisa membuat tema live walpaper untuk bada dengan mudah. Untuk hal ini saya rasa bada mirip Symbian yang fleksibel.

5. Semua OS untuk masalah multitasking saya kira juga tergantung prosesor dan RAM karena untuk menghindarkan ketidakstabilan pada sistem. Sama saja membandingkan Wave S8500 dengan Galaxy 5 atau Galaxy S dengan Wave525. Semua OS pasti punya manajemen sistem yang berbeda untuk penampilan terbaiknya.

6. Ini sangat subyektif karena bagaimanapun Android adalah milik Google. Tapi di bada ada widget untuk layanan Google yang saya kira sudah cukup, kecuali bagi mereka yang Google mania.
7. Player musik dan video bada adalah yang terbaik saat ini, bisa menjalankan hampir semua codec, bisa memutar video HD, bisa menampilkan subtitle, bisa edit video HD, ada mosaic search.
8. Mungkin Android bisa install macam-macam, tapi coba bandingkan hasil kamera dan rekam video dari Samsung Wave dan Galaxy S. Kalau Anda sudah punya yang terbaik, kenapa harus mencari yang lain?

9. Setiap versi baru dari bada akan diuji di semua perangkat Wave, dan saat ini sudah dikonfirmasi kalau bada 1.2 akan hadir di semua perangkat Wave secara serentak. Kalau Google cuma mencoba Android terbaru di perangkat Android yang masuk kategori “Google Experience”, seperti Nexus One. Oleh karena itu Galaxy S lama diupdate ke Froyo karena secara hardware Galaxy S beda dengan Nexus One (yang lebih mirip Desire).

Android dan bada itu sama-sama OS modern yang bagus, tidak ada yang terbaik diantara mereka. Pilihan tergantung Anda. Kelebihan Android saat ini mungkin Anda bisa menginstal aplikasi bajakan dari luar Android Market, lebih leluasa diotak-atik buat mereka yang expert dan menawarkan lebih banyak aplikasi saat ini. namun bada lebih nyaman dibawa kemana-mana, pengoperasian tidak ribet, social hub untuk integrasi kontak, email dan jejaring sosial, baterai awet, multimedia terbaik, desain lebih elegan dan harga juga lebih sesuai dengan fitur yang ditawarkan. Bada itu lebih mirip Symbian dengan user interface sehalus iPhone. Coba saja Symbian menggunakan TouchWiz 3.0, mungkin agak-agak mirip dengan bada.

Pengantar Komputasi Modern

* Sejarah Komputasi Modern

John Von Neumann adalah salah satu ilmuwan terbesar abad ini. Beliaulah yang pertama kali menggagaskan konsep sebuah sistem yang menerima intruksi-intruksi dan menyimpannya dalam sebuah memory. Konsep inilah yang menjadi dasar arsitektur komputer modern. John Von Neumann meningkat karya-karyanya dalam bidang matematika, teori kuantum, game theory, fisika nuklir, dan ilmu komputer. Beliau juga merupakan salah seorang ilmuwan yang sangat berpengaruh dalam pembuatan bom atom di Los Alamos pada Perang Dunia II lalu. Kepiawaian John Von Neumann teletak pada bidang teori game yang melahirkan konsep automata, teknologi bom atom dan komputasi modern yang kemudian melahirkan komputer.

Von Neumann dilahirkan di Budapest, Hungaria pada 28 Desember 1903 dengan nama Neumann Janos. Dia adalah anak pertama dari pasangan Neumann Miksa dan Kann Margit. Di sana, nama keluarga diletakkan di depan nama asli. Sehingga dalam bahasa Inggris, nama orang tuanya menjadi Max Neumann. Pada saat Max Neumann memperoleh gelar, maka namanya berubah menjadi Von Neumann. Setelah bergelar doktor dalam ilmu hukum, dia menjadi pengacara untuk sebuah bank. Pada tahun 1903, Budapest terkenal sebagai tempat lahirnya para manusia genius dari bidang sains, penulis, seniman dan musisi.

Kegeniusannya dalam Matematika telah terlihat semenjak kecil dengan mampu melakukan pembagian bilangan delapan digit (angka) di dalam kepalanya. Pada usia 17 tahun, Von Neumann sudah memublikasikan paper-nya sendiri untuk Journal of the German Mathematical Society. Pada tahun 1926, Von Neumann lulus dengan dua gelar yaitu gelas S1 pada bidang teknik kimia dari ETH dan gelar doktor (Ph.D) pada bidang matematika dari Universitas Budapest. Semua itu di peroleh pada usia 23 tahun. Setelah mengajar di Berlin dan Hamburg, Von Neumann pindah ke Amerika pada tahun 1930 dan bekerja di Universitas Princeton serta menjadi salah satu pendiri Institute for Advanced Studies.

Dipicu ketertarikannya pada hidrodinamika dan kesulitan penyelesaian persamaan diferensial parsial nonlinier yang digunakan, Von Neumann kemudian beralih dalam bidang komputasi. Sebagai konsultan pada pengembangan ENIAC, dia merancang konsep arsitektur komputer yang masih dipakai sampai sekarang. Arsitektur Von Nuemann adalah komputer dengan program yang tersimpan (program dan data disimpan pada memori) dengan pengendali pusat, I/O, dan memori.

Pada 8 Februari 1957 John Von Neumann pun meninggal dunia. Pada umur beliau yang singkat ini Von Neumann telah menjadi ilmuwan besar abad 21 karena idenya dalam Arsitektur Komputer atau Penggegas Komputasi Modern. Beliau pantas kita sebut sebagai Bapak Penggagas Komputasi Modern.

* Pengertian Komputasi Modern

Komputasi sebenarnya bisa diartikan sebagai cara untuk menemukan pemecahan masalah dari data input dengan menggunakan suatu algoritma. Komputasi merupakan suatu sub-bidang dari ilmu komputer dan matematika. Selama ribuan tahun, perhitungan dan komputasi umumnya dilakukan dengan menggunakan pena dan kertas, atau kapur dan batu tulis, atau dikerjakan secara mental, kadang-kadang dengan bantuan suatu tabel. Namun sekarang, kebanyakan komputasi telah dilakukan dengan menggunakan komputer.

Secara umum ilmu komputasi adalah bidang ilmu yang mempunyai perhatian pada penyusunan model matematika teknik penyelesaian numerik serta penggunaan komputer untuk menganalisis dan memecahkan masalah-masalah ilmu (sains). Dalam penggunaan praktis, biasanya berupa penerapan simulasi komputer atau berbagai bentuk komputasi lainnya untuk menyelesaikan masalah-masalah dalam berbagai bidang keilmuan, tetapi dalam perkembangannya digunakan juga untuk menemukan prinsip-prinsip baru yang mendasar dalam ilmu.

Bidang ini berbeda dengan ilmu komputer (computer science), yang mengkaji komputasi, komputer dan pemrosesan informasi. Bidang ini juga berbeda dengan teori dan percobaan sebagai bentuk tradisional dari ilmu dan kerja keilmuan. Dalam ilmu alam, pendekatan ilmu komputasi dapat memberikan berbagai pemahaman baru, melalui penerapan model-model matematika dalam program komputer berdasarkan landasan teori yang telah berkembang, untuk menyelesaikan masalah-masalah nyata dalam ilmu tersebut.

Dan dapat disimpulkan komputasi yang menggunakan komputer bisa disebut dengan Komputasi Modern. Dalam komputasi modern terdapat perhitungan dan pencarian solusi dari masalah yang ada, yang menjadi perhitungan dari komputasi modern adalah :

* akurasi : yang berhubungan dengan bit dan floating point
* kecepatan : dalam satuan hertz (processor tunggal, pipeline, parallel processing)
* problem volume besar : down sizing, parallel
* modelling : NN, GA
* kompleksitas : menggunakan teori big O

disarikan dari :

http://id.wikipedia.org/wiki/Komputasi

http://laksamana-embun.blogspot.com/2010/01/jhon-von-neumann-penggegas-komputasi.html

http://wishnew.web.id/tag/komputasi-modern

Minggu, 02 Januari 2011

Tugas Membuat Website E-Commerce


Project / Tugas Membuat E Commerce

Topik Penjualan Online Bisnis Speri

Mata Kuliah : Pengantar Bisnis Informatika

Dosen : Winarsih

Kelas : 4IA09

URL : http://salerobundo.co.cc

Anggota Kelompok :

Angga Rachman / 50407112
Ida Ayu Merdekawati / 50407436
Ika Wahyu Pratiwi / 50407438
Juwita Maria Pahpahan / 50407483

Diposkan oleh datuckhaha di 16.08

Minggu, 21 November 2010

4545

Latar Belakang
Dalam dunia situs, merupakan situs yang memposisikan dirinya sebagai gerbang dengan ke situs lain di internet. Umumnya situs portal ini memiliki layanan pencarian (search engine), email gratis, dan chat room biasa disebut dengan portal. Dan laporan tentang suatu kejadian yang baru atau keterangan yang terbaru tentang suatu peristiwa; suatu fakta yang menarik perhatian atau gagasan yang perlu disampaikan kepada khalayak melalui media massa umum disebut dengan berita.
Maka Portal berita adalah situs web yang menyediakan kemampuan tertentu yang dibuat sedemikian rupa mencoba menuruti selera para pengunjungnya. Kemampuan portal yang lebih spesifik adalah penyediaan kandungan informasi yang dapat diakses menggunakan beragam perangkat, misalnya komputer pribadi, komputer jinjing (notebook), PDA (Personal Digital Assistant), atau bahkan telepon genggam.
Adapun berbagai macam tentang laporan suatu peristiwa yang dapat ditawarkan dengan model portal berita sangat beragam. Dimulai dari

Selasa, 09 November 2010

Arnold Sebastian, Pendiri dan Presdir Situs Jual Beli Online tokobagus.com

Sepintas, tidak ada yang istimewa dari sosok Arnold Sebastian. dengan rambut pirang, kulit bule, dan busana kasual, dia tampil seperti turis muda. tapi jangan salah, dibalik penampilan santainya tersebut, pemuda asal belanda itu adalah pengusaha muda pendiri salah satu situs jual beli online terpopuler di negeri ini, tokobagus.com

Internet membuka sejuta peluang. wahana "ajaib" yang merombak pola hidup manusia di abad 21 itu siap menebarkan rezeki kepada siapa saja yang kreatif dan inovatif. Arnold Sebastian adalah salah seorang diantara mereka yang sedang giat mengadu untung di dunia maya tersebut.

Begitu lulus dari Fakultas Teknologi Informasi di James Madison University, AS, pada 1999, pemuda kelahiran Gouda, Belanda, itu menjadi freelance programmer dengan membuat situs-situs perusahaan. namun, bisnis yang mendatangkan ribuan gulden (mata uang belanda) itu tidak membuat dia cepat puas.

Dia berambisi mengikuti jejak Jeff Bezos, CEO Amazon.com, sebuah perusahaan yang menggelola toko buku di jagat maya. " dibenak saya, Amazon.com adalah karya luar biasa karena mempertemukan pembeli dan penjual tanpa dibatasi ruang." ujar Arnold menceritakan ambisinya saat masih belia dengan bahasa indonesia yang fasih ketika ditemui di Surabaya awal pekan lalu.

Namun, tak ada yang bisa menebak suratan takdir seseorang. ambisi Arnold saat tinggal di belanda dan ketika menuntut ilmu di Amerika itu justru malah terwujud di Indonesia.

Pilihannya untuk menghabiskan libur musim panas di Denpasar, Bali, pada pertengahan 2000 membuat jalan hidup pria kelahiran 26 maret 1980 itu berubah drastis.

Saat sedang asyik menikmati pemandangan alam Pulau Dewata, tebersit keinginan Arnold untuk mewujudkan ambisi terpendamnya itu. dia membuat situs terbaik untuk dirinya ala Amazon.com di indonesia. " Saat itu, saya melihat internet sudah berkembang luar biasa di dunia, namun bisnis online justru tidak banyak tergarap di indonesia," ujarnya.
Melihat peluang usaha yang masih menganga itu membuat Arnold merombak total rencana liburannya. dari semula direncanakan hanya beberapa hari di bali, dia ubah sampai ide besarnya tersebut terwujud dan berlangsung hingga sekarang.

Setelah melakukan survei sederhana, pada September 2005, Arnold memberanikan diri membuat situs jual beli bernama tokobagus.com. kenapa memilih nama yang unik itu? sambil tertawa Arnold menjelaskan, dirinya memilih kata toko karena situsnya mendesain setiap user dapat domain atau shop alias toko sendiri."sedangkan, saya pilih bagus karena saya sering melihat kata bagus untuk nama toko di Indonesia," ceritanya.

Seperti cerita pada umumnya di bisnis teknologi, Arnold juga mengawali usaha tokobagus.com dengan sangat sederhana. jika Bill Gates, bos Microsoft, dan Steve Jobs, pendiri Apple Inc, mengawali di garasi, Arnold juga menjalankan roda usaha tokobagus.com di rumah kontrakan dengan hanya tiga karyawan.

Awal-awal meng-online-kan situs, pengunjungnya masih minim. pada 2005 sampai 2006, pengunjung tokobagus.com hanya puluhan ribu. padahal, Arnold hampir setiap jam terus meng-update situsnya agar tampilannya lebih baik." bahkan, agar lebih optimal, pada 2007 kami mulai promo di media televisi dan radio, tapi tidak berdampak banyak pada naiknya pengunjung,"katanya.

Beruntung, perkembangan zaman berpihak pada Arnold. pada awal 2008, pengguna internet makin berkembang di indonesia. saat itu, setidaknya ada 31 juta IP (internet protocol) address di Indonesia. setiap hari angka tersebut semakin bertambah. tren itu membuat persaingan antar provider (penyedia jasa) sambungan online semakin sengit. ujung-ujungnya, tarif penggunaan internet semakin murah.

Berapa sih biaya mengelola tokobagus.com ? ditanya demikian, Arnold tidak mau menyebutkan. meski demikian, dia mengatakan telah menyiapkan dana operasional, hingga 5 tahun ke depan. Arnold juga menargetkan tiga tahun dari sekarang, pihaknya bakal memperoleh pemasukan.

Terobosan bisnis juga dilakukan Arnold. situs tokobagus.com mulai awal tahun lalu sudah bisa diakses melalui mobile website. karena itu, Arnold optimistis pertumbuhan pengunjung pada tahun ini bisa dua kali lipat jika dibandingkan dengan 2009. pada tahun lalu, tokobagus.com mendapat 20 juta kunjungan perbulan dengan jumlah member atau pemasang iklan 260 ribu. "sekarang berdasar jumlah pengunjung situs, kami hanya kalah sama detik dan kaskus,"ujar Arnold yang kini memiliki 14 karyawan.